Hidayatullah com–Aneh tapi menggelikan. Baru-baru ini para peternak babi Belanda mengundang sejumlah seniman untuk mendisain mainan khusus untuk babi. Supaya babi jangan stres lagi itulah yang mereka inginkan. Dan hal ini bukan hasil fantasi para peternak. Katanya para seniman merancang berbagai mainan khusus untuk babi yang bisa menjadi sarana mengakhiri kejenuhan babi di kandangnya.
Sebagaimana diketahui babi memang hidup pendek karena dia langsung dipotong setelah beberapa bulan. Karenanya bagi para seniman dan peternak itu babi juga harus diperlakukan secara baik. Yakni perlu menikmati kehidupannya sebelum masuk panci.
Untuk menghormati para babi lima orang seniman Belanda bertanding. Siapa diantara mereka yang mampu membuat mainan untuk babi dan yang paling disukai sang babi. Harap tahu. Belanda memiliki lebih dari 16 juta ekor babi. Melebihi jumlah penduduk Belanda sendiri yang kini hanya 16 juta jiwa.
Tak hanya para seniman. Kalangan pers akhir-akhir ini juga sering menulis tentang hak asasi hewani. Mengurangi stres hewan memberi hidup yang lebih hewani itulah topik yang sering mendapat sorotan dalam media Belanda.
Topik ini bukan topik yang mengada-ada saja. Itulah sebabnya para aktivis kesejahteraan hewan mulai memperdengarkan suaranya. Bahkan membentuk partai politik sendiri dan di Belanda berhasil meraih dua kursi dalam parlemen: Partai voor de Dieren partai untuk binatang.
Lalu sampai di mana batas kesejahteraan hewan ini? Bagi para aktivis tidak ada batasnya. Akhir-akhir ini sirkuspun menjadi sasaran mereka. Binatang buas yang menjadi aktor dalam pertunjukan sirkus sangat menderita; sang singa dipaksa melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan bagian dari kehidupannya sebagai singa misalnya dipaksa melompat lewat lingkaran api. Ini harus dilarang demikian para aktivis pembela hewan. Aksi-aksi para pembela hak hewan sampai mencemaskan para pengeloa sirkus di Belanda. Bisa jadi mereka akan diboikot.
Hal ini sudah terjadi di beberapa kota Belanda. Pemerintah daerah menolak ijin manggung bagi sirkus. Sebenarnya aksi ini tidak membela sang singa misalnya. Karena singa di sirkus biasanya adalah singa yang lahir dan besar dalam kurungan bukan sebagai satwa liar di hutan belantara. Kalau mau dibebaskan yah susah juga mereka tak mungkin bisa hidup bebas lagi di tengah-tengah hutan rimba. Para singa dan berbagai binatang buas lainnya yang berkarir dalam sirkus sebenarnya sudah menjadi satwa jinak yang hanya bisa hidup dari belas kasian manusia di kurungan mereka.
Para aktivis hak asasi hewan di Belanda ini lambat laun bahkan menjadi sangat radikal. Nah biasanya jika radikalisme di negara lain sering dikaitkan dengan agama di Belanda ada radikalisme hak asasi hewan. Dua di antara aktivis radikal hak hewan ini muncul juga di televisi Belanda. Mereka diwawancarai sekitar aksi kekerasan mereka di laboratorium yang memanfaatkan hewan sebagai kelinci percobaan. Jadi bukan kelinci saja tapi dari anjing sampai tikus kerapun ikut menjadi korban percobaan. Para peneliti mengatakan mereka butuh hewan-hewan ini untuk mencoba obat baru. Alasannya penelitian ini toh juga untuk kesejahteraan manusia.
Para aktivis mencap laboratorium sebagai fenomena kejam dan menyatakan mereka tidak keberatan untuk melempar bom ke para peneliti yang juga tidak memperhatikan nasib hewan percobaan ini. Para aktivis ini ternyata suskes juga. Aksi mereka terhadap peternakan hewan bulu jadi semacam tikus besar yang bulunya tebal dan bisa dijadikan jas sukses. Nama dari bahan bulu hewan ini adalah nerts. Nerts sediakala bukan saja digunakan untuk jas wanita tapi juga untuk hiasan gaun dan bahkan jas pria. Nah mereka yang masih berani memakai pakaian berbulu binatang atau bont ini bisa diserang dengan cat atau gunting dirusak pakaiannya karena dianggap para aktivis sebagai dosa. Demikian sebagaimana dikutip communicate Nederland baru-baru ini.
Para perancang mode barat sudah sadar dan jarang menggunakan nerts atau bahan dari kulit binatang yang berbulu ini. Masalahnya sekarang kembali lagi sampai di mana batas-batasnya? Apakah sepatu dari kulit binatang masih diijinkan? Lalu mengapa sapi yang dipakai kulitnya tidak menimbulkan rasa kasian? Sapi memiliki hak juga kalau dibandingkan dengan tikus muskus untuk nerts itu bukan?
Contoh paling lucu dan menggelikan adalah hati angsa atau dalam bahasa kerennya “foie gras”. Makanan khas Prancis negara yang terkenal dengan seni boganya yang aduh hai kini juga diboikot di Belanda dan tidak bisa dibeli lagi. Kenapa? Karena angsa yang diambil hatinya ini semasa hidupnya dipaksa makan dengan kekerasan mulut angsa ini dibuka lalu dimasuki penuang dan selang yang diisi dengan makanan hewan. Dijejal sampai sang angsa kegemukan dan hatinya membengkak menjadi besar sekali. Jadi makan enak setelah menyiksa binatang ini tidak etis.
Yang mencolok dan menggelikan tatkala ratu Belanda menyajikan makanan lezat kepada para pakar dan peneliti Belanda di istana negara. Saat itu para aktivis hewan langsung melakukan protes. Intinya mereka ingin ada pertanggungjawaban dari pihak istana. Padahal. Ratu sendiri tidak pernah masak.
Coba saja lihat. Di Negeri kincir angin ini terdapat sekitar 200 masjid. Wanita memakai jilbab menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai kota besar di negara ini. Dari 15,6 juta penduduk Belanda sekitar sejutaan di antaranya adalah Muslim atau 4 persen dari seluruh penduduk.
“Muslim di Belanda jumlahnya sekitar satu juta orang. Kebanyakan mereka adalah keturunan imigran. Kaum muslim yang terbesar disana adalah keturunan Turki kemudian diikuti oleh Maroko kemudian Tunisia. Aljazair dan Suriname. ” ujar Direktur Pusat Kajian Islam Universitas Leiden. Dr. Nico JG Kaptein.
Saudara sekitar sejuta warga Muslim di Belanda yang meskipun minoritas dijamin hak haknya oleh pemerintah Belanda. Adalah kebijakan pemerintah untuk tidak ikut campur dalam urusan agama dalam semua komunitas namun semua etnis yang ada diintegrasikan berbagai aturan negara yang menegaskan persamaan hak dan melarang segala jenis diskriminasi. Karena itu seluruh warga negara Belanda termasuk yang muslim mesti bersekolah. Dan sekolah Islam yang berjumlah sekitar 30 buah di Belanda juga disubsidi oleh pemerintah sebagaimana yang dikatakan direktur Pusat Kajian Islam Universitas Leiden. Dr. Nico JG Kaptein.
Meskipun pemerintahan Belanda yang mengaku sekuler ini tetap memberi kebebasan lembaga-lembaga Islam. Adalah kabar yang tak menggembirakan tatkala akhir tahun 2006 lalu pihak parleman Belanda berencana melakukan larangan penggunaan niqab.
Pelarangan ini awalnya datang dari kabinet Belanda yang kemudian disodorkan dalam bentuk rancangan undang-undang ke pihak parlemen. Target utamanya tentusaja para Muslimah. “Di negara ini kami ingin bisa melihat satu sama lain,” ujar Menteri Imigrasi Rita Verdonk.
Adalah lebih aneh. Di saat banyak orang ingin ’memanjakan’ hewan seperti babi justru setahun lalu sebuah laporan jajak pendapat di negeri itu menyebutkan mayoritas penduduk Belanda mendukung pelarangan jilbab dan pakaian Muslim bagi para pekerja pemerintahan.
Polling yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi jajak pendapat. TNS Nipo’s menyebutkan sekitar 63 persen dari 433 responden lebih memilih pelarangan penggunaan jilbab bagi para pekerja pelayanan publik di Belanda. Bahkan sekitar 80 persen responden menyatakan menolak pakaian Muslim untuk diadaptasi dalam kehidupan di negeri kincir angin ini. Atau mungkin babi lebih layak?
Forex Groups - Tips on Trading
Related article:
http://ayok.wordpress.com/2007/06/29/%E2%80%9Dbabi-saja-dihormati-hak-hak-nya%E2%80%9D/
comments | Add comment | Report as Spam
|